{"id":444,"date":"2022-06-10T08:46:43","date_gmt":"2022-06-10T01:46:43","guid":{"rendered":"http:\/\/puskesmasngegong.madiunkota.go.id\/?p=444"},"modified":"2022-06-10T09:13:23","modified_gmt":"2022-06-10T02:13:23","slug":"pemeriksaan-iva-iva-test-untuk-deteksi-dini-kanker-leher-rahim","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/puskesmasngegong.madiunkota.go.id\/?p=444","title":{"rendered":"Pemeriksaan IVA (IVA Test) untuk Deteksi Dini Kanker Leher Rahim"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"PEMERIKSAAN IVA (IVA TEST)\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/wQZgq6TVJqM?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><figcaption>Kanker leher Rahim ( Kanker Serviks ) merupakan \u00a0kanker tebanyak yang ditemukan oleh Yayasan Kanker Indonesia setelah kanker payudara. Menurut WHO 490.000 perempuan di dunia setiap bulannyanya didiagnosa terkena kanker serviks dan 80 % berada di Negara berkembang termasuk Indonesia. Setiap 1 menit muncul kasus baru dan setiap 2 menit meninggal 1 orang perempuan karena kanker serviks. Di Indonesia diperkirakan \u00a0setiap hari muncul 40-45 kasus baru, 20-25 orang meninggal karena kanker serviks. Artinya Indonesia akan kehilangan 600-750 orang perempuan yang masih produktif setiap bulannya.. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan, sekitar sepertiga dari kasus-kasus kanker termasuk kanker serviks datang ketempat pelayanan kesehatan pada stadium yang sudah lanjut dimana kanker tersebut sudah menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh sehingga biaya pengobatan semakin mahal dan angka kematian semakin tinggi. Disisi lain kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kanker termasuk faktor-faktor risiko dan upaya pencegahannya masih kurang. Padahal 90-95 % faktor risiko terkena kanker berhubungan dengan perilaku dan lingkungan. Karena itu perlu ada suatu gerakan bersama, menyeluruh dan berkesinambungan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kanker terutama kanker serviks<br><br><br>Insiden kanker serviks sebenarnya dapat ditekan dengan melakukan upaya pencegahan primer seperti meningkatkan atau intensifikasi kegiatan penyuluhan kepada masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat, menghindari faktor risiko terkena kanker, melakukan immunisasi dengan vaksin HPV dan diikuti dengan deteksi dini kanker serviks tersebut melalui pemeriksaan pap smear atau IVA (inspeksi visual dengan menggunakan asam acetat). Saat ini cakupan \u201cscreening\u201d deteksi dini kanker serviks di Indonesia melalui pap smear dan IVA masih sangat rendah (sekitar 5 %), padahal cakupan \u201cscreening\u201d yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan angka kematian karena kanker serviks adalah 85 %.<br><br><br>Kanker serviks di Indonesia menjadi masalah besar dalam pelayanan kesehatan karena kebanyakan pasien datang pada stadium lanjut. Hal ini diperkirakan akibat program skrining yang masing kurang. Perempuan yang berisiko terkena kanker serviks adalah usia diatas 30 tahun, dengan puncak usia tersering adalah 45-54 tahun dengan riwayat multipara. Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan reproduksi dan melakukan papsmear secara rutin bagi kelompok berisiko. Diharapkan dengan adanya program deteksi dini kanker serviks melalui metode pemeriksaan IVA di wilayah kerja puskesmas ngegong ini dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan organ reproduksi serta mencegah terjadinya progresifitas penyakit jika ditemukan gejala awal dari kanker serviks .<br><br><br>Inspeksi Visual \u00a0 Asam Asetat ( IVA ) merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin. Laporan hasil konsultasi WHO menyebutkan bahwa IVA dapat mendeteksi lesi tingkat pra kanker dengan sensitifitas sekitar 66-69 % dan spesifitas sekitar 64-98 %. Sedangkan nilai prediksi positif dan nilai prediksi negative masing-masing antara 10-20 % DAN 92-97 %. Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan skrining dari pap smear karena biasanya murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan peralatan sederhana serta dapat serta dapat dilaksanakan selain dokter ginekologi.<br>Tujuan pemeriksaan IVA adalah untuk mengurangi morbiditas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan untuk mengetahui kelainan pada leher rahim.<br><br><br>Jadwal Pemeriksaan IVA adalah :<br>Skrining pada setiap wanita minimal 1x pada usia 35-40 tahun<br>Kalau fasilitas memungkinkan lakukan setiap 5 tahun pada usia 35-55 tahun<br>Ideal dan optimal pemeriksaan dilakukan setiap 3 tahun pada wanita usia 25 \u2013 60 tahun<br>Di Indonesia anjuran untuk melakukan pemeriksaan \u00a0IVA bila : hasil positif (+) adalah 1 tahun sekali dan, bila hasil negative (-) adalah 5 tahun sekali.<br>\u00a0<br>Syarat Mengikuti Test IVA<br>Sudah pernah melakukan hubungan seksual<br>Tidak sedang datang bulan \/ haid<br>Tidak sedang hamil<br>Tidak boleh melakukan hubungan seksual 24 jam sebelum pemeriksaan<br><br><br>Tempat Pelayanan<br>IVA bisa dilakukan di temapt-tempat pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pemeriksaan dan bisa melakukan pemeriksaan IVA diantaranya : Dokter Obgyn, Dokter Umum, Bidan, \u00a0Perawat terlatih.<br>\u00a0<br>Peralatan Pemeriksaan IVA<br>Peralatan yang harus disiapkan yaitu ruangan tertutup dan meja periksa ginekologis, sumber cahaya yang cukup untuk melihat serviks, spekulum vagina Asam asetat (3-5%) dan swab lidi kapas dan sarung tangan. Cara pemeriksaan teknik IVA menggunakan spekulum untuk melihat serviks yang telah dipulas dengan asam asetat 3-5% . Hasil (+) pada lesi prakanker terlihat warna bercak putih disebut : ACETO WHITE EPITELIUM. Tindak lanjut IVA (+) Biopsi Kategori pemeriksaan IVA ada beberapa kategori yang dapat dipergunakan, salah satu kategori yang dapat dipergunakan adalah:<br><br><br>1. IVA negatif = Serviks normal.<br><br>2. IVA radang = Serviks dengan radang (servisitis), atau kelainan jinak lainnya (polip serviks)<br><br>3. IVA positif = ditemukan bercak putih (aceto white epithelium). Kelompok ini yang menjadi sasaran temuan skrining kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis Serviks-pra kanker (dispalsia ringan-sedang-berat atau kanker serviks in situ)<br><br>4. IVA- Kanker serviks Pada tahap ini pun, untuk upaya penurunan temuan stadium kanker serviks, masih akan bermanfaat bagi penurunan kematian akibat kanker serviks bila ditemukan masih pada stadium invasif dini<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-444","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/puskesmasngegong.madiunkota.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/puskesmasngegong.madiunkota.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/puskesmasngegong.madiunkota.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/puskesmasngegong.madiunkota.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/puskesmasngegong.madiunkota.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=444"}],"version-history":[{"count":4,"href":"http:\/\/puskesmasngegong.madiunkota.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/444\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":448,"href":"http:\/\/puskesmasngegong.madiunkota.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/444\/revisions\/448"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/puskesmasngegong.madiunkota.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/puskesmasngegong.madiunkota.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/puskesmasngegong.madiunkota.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}