Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Indonesia ditempatkan oleh WHO sebagai peringkat kedua beban TB terbanyak di dunia dengan perkiraan kasus sebanyak 10% dari total kasus TB di dunia. Kasus TB pada anak-anak (usia 1–14 tahun) di dunia mencapai 12% dari keseluruhan kasus TB di dunia pada tahun 2022. Sedangkan di Indonesia, kasus TB anak melebihi prevalensi kasus TB di dunia, yakni mencapai 15,3% pada tahun 2022.

Angka penemuan kasus TB anak di wilayah kerja Puskesmas Ngegong Kota Madiun tidak pernah mencapai target. Pada tahun 2022 dari target 8,5%  kasus TB anak dibanding TB dewasa hanya tercapai  0 % atau dari 22 kasus dewasa, TB anak ditemukan 0 kasus. Hal ini disebabkan minimnya dilakukan deteksi dini TB anak, kurangnya pemahaman orang tua terhadap tanda dan gejala TB anak, petugas belum mempunyai cara atau media yang baik dalam deteksi dini TB anak, dan petugas kurang aktif dalam penjaringan TB anak di masyarakat. Pertumbuhan anak-anak khususnya bayi dan balita dapat terganggu jika anak terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Jika anak terinfeksi kuman TB maka dapat menghambat pertumbuhan anak seperti kenaikan berat badan sesuai target usia anak. Perlu dilakukan skrining atau deteksi dini TB anak untuk sesegera mungkin menjaring anak-anak yang terinfeksi TB agar tidak menjadi sakit TB atau sakit TB agar tidak berkembang menjadi sakit TB berat. Dibutuhkan suatu inovasi untuk meningkatkan capaian penemuan kasus TB anak baru.

Inovasi PENCAK TB (PENingkatan CAKupan suspec TuBerculosis anak) adalah suatu upaya menemukan secara cepat dan tepat kasus TB anak dengan metode penggalian informasi melalui skrining menggunakan kartu PENCAK TB pada balita dan dilanjutkan dengan tes mantoux untuk mendeteksi adanya bakteri Mycobacterium tuberculosis pada anak. Tujuan inovasi PENCAK TB adalah tercapaian target penemuan kasus baru TB anak lebih dari 8,5 % dari penemuan kasus TB dewasa, balita stunting, balita gizi buruk akibat penyakit kronis TB  bisa segera teratasi  sehingga Indonesia bebas TB di tahun 2030.

Inovasi PENCAK TB diterapkan saat pelaksanaan kegiatan Posyandu Balita. Kader Posyandu balita  melakukan skrining TB anak menggunakan Kartu PENCAK TB. Dalam kartu PENCAK TB terdapat cek list atau pertanyaan yang di gunakan untuk skrining TB anak pada bilita yang berkunjung ke posyandu. Pertanyaan dalan Kartu PENCAK TB : apakah anak mengalami batuk dalam 2 minggu, apakah ada keluarga yang sakit TB, apakah anak lesu atau kurang aktif, apakah anak sering mengalami demam. Dan kader balita saat pengisian buku KIA. Bila hasil  penimbangan  terdapat kondisi 2T ( 2 kali tidak naik berat badan sesuai target usia), maka kader mengisi kartu pencak TB sebagai suspect TB. Kondisi 2T termasuk salah satu tanda dan gejala TB Anak  sesuai dengan cek lis pertanyaan dalam Kartu PENCAK TB. Selanjutnya kader balita merujuk anak ke puskesmas. Di puskesmas kegiatan skrining dilanjutkan dengan Tes  mantoux yang disuntikan ditangan anak dan diberikan tanda melingkar pada lokasi penyuntikan menggunakan spidol. Pembacaan hasil tes setelah dilakukan  2×24 jam. Jika muncul kemerahan sebesar 10mm dan ada indurasi dalam lingkaran spidol berarti terdapat bakteri Mycobacterium tuberculose pada tubuh anak tersebut dan akan dilakukan sesuai tata laksana TB.

Keunggulan dari inovasi PENCAK TB adalah penggunaan Kartu PENCAK TB untuk melakukan skrining TB pada balita.  Kartu PENCAK TB adalah kartu yang berisikan ceklist pertanyaan terkait gejaka TB anak untuk menemukan kasus TB secara aktif yang dilakukan Kader Posyandu. Jika terdapat minimal jawaban 1 (satu) Ya dalam ceklist pertanyaan,  anak merupakan Suspect TB dan akan dirujuk ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa  Tes Mantoux. Sehingga kartu PENCAK TB ini bisa dilakukan oleh masyarakaat awam atau kader balita dengan mudah. Kegiatan penjaringan kasus TB tidak hanya dilakukan petugas Kesehatan saja  tapi dengan memberdayakan Masyarakat melalui kader balita . Sehingga Masyarakat ikut serta dalam peningkatan suspect dan penemuan kasus TB baru di Masyarakat. Hal ini sesuai dengan salah satu misi dari Pemerintah Kota Madiun Tahun 2019-2024 yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Kota Madiun. Dengan adanya peningkatan penemuan suspect TB ataupun kasus TB anak baru maka tingkat keparahan dapat diminimalisir, pengobatan penderita TB anak lebih optimal maka dari itu derajat kesehatan anak lebih baik sehingga akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Berikut merupakan link video Inovasi PENCAK TB

Dibawah ini merupakan Video Tutorial atau pedoman pelaksanaan Inovasi PENCAK TB

By admin