Program Skrining dan CKG (Cek Kesehatan Gratis) Sekolah adalah program deteksi dini kesehatan siswa SD-SMA di Indonesia yang dimulai pertengahan 2025 dan berlanjut di tahun 2026, menargetkan 53 juta siswa untuk pemeriksaan gratis seperti status gizi, mata, gigi, anemia, hingga jiwa, dilaksanakan di sekolah oleh Puskesmas & UKS, bertujuan membangun SDM unggul melalui pendekatan promotif-preventif dan dapat diakses rutin setahun sekali.
Jenis Pemeriksaan (Bervariasi sesuai jenjang usia):
- Umum: Status gizi, mata, gigi, telinga, anemia, tekanan darah, gula darah, kesehatan jiwa, kebugaran.
Selain kegiatan CKG dan skrining kesehatan siswa, Puskesmas Ngegong juga sekaligus melaksanakan Kegiatan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) .Hal ini merupakan salah satu upaya promotif dan preventif dalam bidang kesehatan jiwa remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian warga sekolah terhadap kesehatan mental peserta didik serta membekali mereka dengan pemahaman dasar mengenai pertolongan awal pada luka psikologis.
Pelaksanaan kegiatan P3LP ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan psikologis yang dihadapi peserta didik usia remaja, seperti tekanan akademik, masalah pergaulan, perundungan (bullying), konflik keluarga, serta perubahan emosi yang dapat berdampak pada kondisi mental dan perilaku peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif sekolah dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi serta pendampingan awal yang tepat.
Kegiatan P3LP dilaksanakan di lingkungan SMP Wilayah Kerja Puskesmas Ngegong dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Ngegong, guru, wali kelas, serta peserta didik. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi mengenai pengertian luka psikologis, jenis-jenis permasalahan psikologis yang sering dialami remaja, serta tanda-tanda awal peserta didik yang membutuhkan bantuan psikologis. Penyampaian materi dilakukan melalui penjelasan langsung, diskusi interaktif, dan tanya jawab.
Materi inti kegiatan menekankan pentingnya penerapan prinsip Lihat, Dengar, dan Dukung sebagai langkah dasar dalam Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis. Peserta diberikan pemahaman untuk mampu mengamati perubahan perilaku teman atau diri sendiri, mendengarkan dengan empati tanpa menghakimi, serta memberikan dukungan awal yang menenangkan sebelum dirujuk kepada guru Bimbingan dan Konseling, orang tua, atau tenaga kesehatan profesional apabila diperlukan.
Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas stigma terhadap permasalahan kesehatan mental. Peserta diimbau untuk saling peduli, tidak melakukan perundungan, serta berani melaporkan atau mencari bantuan apabila mengalami atau melihat permasalahan psikologis di lingkungan sekolah.
Melalui pelaksanaan kegiatan P3LP ini, diharapkan siswa SMP memiliki pengetahuan dan kesadaran yang lebih baik mengenai kesehatan mental serta mampu melakukan deteksi dini dan pendampingan awal terhadap peserta didik yang mengalami luka psikologis. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara Puskesmas Ngegong dan SMP wilayah kerja Puskesmas Ngegong dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Dengan terlaksananya kegiatan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP), Puskesmas Ngegong berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, peduli, dan mendukung kesejahteraan fisik maupun mental peserta didik.
Dokumentasi CKG dan Skrining Siswa SMP




Dokumentasi Pertolongan Pertama Luka Psikologis (P3LP)

